Alkisah, sejarah Islam mencatat bahwa pada hari Jum’at tanggal 17 Ramadhan tahun kedua Hijriah, umat Islam yang saat itu sedang menjalankan ibadah puasa mengalami peristiwa maha dahsyat yang dikenal dengan Perang Badar. Perang tersebut merupakan peperangan terbesar sepanjang sejarah Islam karena umat Islam selain harus berperang secara fisik mereka juga berperang untuk menahan hawa nafsu (Puasa). Nabi Muhammad SAW, Abdullah bin Rawahah dan beberapa sahabat ketika itu tetap meneruskan berpuasa meskipun sedang menghadapi berbagai peperangan, Sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud (2: 2411). Puasa yang Nabi jalankan ketika itu bisa dikatagorikan sebagai puasanya orang yang musafir semata berjuang dijalan-Nya. Dimana Allah SWT memberikan rukhsoh atau keringanan bagi mereka untuk berbuka sebagaimana dalam firman-Nya pada surat Al-Baqarah ayat 184, namun Nabi tetap meneruskan berpuasa lantaran diakhir surat tersebut dikatakan: “…..Puasamu itu lebih ba...
Komentar
Posting Komentar