Ahlan Wa Sahlan

Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al- Quran dan As- Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. dan hanya orang-orang yang berakal lah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). ( Al-Baqarah: 269 )

Jumat, 25 November 2011

KURBAN MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH oleh Faizzah

Ajaran berkurban itu dibagi menjadi tiga, yaitu: zaman Nabi Adam As; zaman Nabi Ibrahim As; dan pada zaman Nabi Muhammad SAW. 
Pertama, yaitu pada zaman Nabi Adam. Kurban dilaksanakan oleh putra-putranya, yaitu Qabil dan Habil. Mereka bertikai tentang suatu hal, kemudian Allah menyuruh mereka berkurban untuk membuktikan siapa yang benar dalam pertikaian itu.
Sebagai petani, Qabil mengeluarkan kurbannya dari hasil pertaniannya. Dan sebagai peternak, Habil mengeluarkan hewan-hewan peliharaanya untuk kurban. Baik buah-buahan yang diqurbankan si Qabil, maupun hewan ternak yang diqurbankan si  Habil, kedua orang tersebut mempunyai sifat berbeda. Habil mengeluarkan hewan diqurbankan dengan ikhlas, dia memilih hewan yang gemuk dan sehat. Berbeda dengan Qabil, dia memilih buah-buahan  yang jelek-jelek dan sudah busuk. 
Ketika keduanya melaksanakan qurban, ternyata kurban Habil diterima oleh Allah, sedangkan Qobil tidak. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 27, "Ceritakan kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari meraka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil), Ia berkata : "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa".
Kurban Habil diterima karena dia mengeluarkan sebagian hartanya yang bagus-bagus dan dikeluarkan dengan tulus dan ikhlas. Sementara Qabil mengeluarkan sebagian hartanya yang jelek-jelek dan hanya bertujuan untuk memenangkan pertikaian itu.
Kedua, pada zaman Nabi Ibrahim AS. Dikisahkan dalam Al-Qur'an surat Ash-Shaffat ayat 102-107 yang menceritakan mengenai qurban dan pengorbanan. Ketika Nabi Ibrahim berusia 100 tahun, beliau belum dikaruniai anak oleh Allah. Kemudian dari istrinya yang kedua, yakni Siti Hajar, lahirlah seorang putra  yang kemudian diberi nama Ismail. Sejak dilahirkan sampai besar, Nabi Ismail menjadi kesayangan.
Pada suatu malam, Nabi Ibrahim bermimpi mendapat perintah Allah untuk menyembelih anaknya, Ismail. Nabi Ibrahim berkeyakinan mimpinya itu merupakan mimpi yang benar, maka ia menanyakannya kepada Ismail, “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu." Ia menjawab, "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, InsyaAllah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (QS. Ash-Shaffat [37]: 102 )
Kemudian Nabi Ibrahim AS membawa Ismail ke suatu tempat sunyi di Mina. Dengan berserah diri kepada Allah SWT, Ismail dibaringkan dan segera Ibrahim AS mengarahkan pisaunya ke leher sang anak. Setelah terbukti kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail AS maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan kurban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (domba yang besar), sebagaimana di firmankan oleh Allah didalam surat Ash-Shaffaat : 103-107, "Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”
Dalam zaman Nabi Muhammad, masalah kurban diceritakan kembali dalam surat Al-Kautsar ayat 1-3, "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadanya nikmat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu, dan Berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus."
Peristiwa-peristiwa inilah yang menjadi dasar disyariatkannya kurban, yang hingga sekarang ini dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu.
Apa hikmah ibadah kurban? Hikmahnya adalah melatih kepatuhan dan kepasrahan total kita kepada Allah. Kalau  Nabi Ibrahim AS dengan patuh dan tulus menyembelih putranya yang sangat disayangi, kita hanya diminta menyembelih hewan kurban yang dalam ketentuan fikih harus bagus, besar, sempurna, dan tidak cacat. Namun bukan berarti hewan kurbannya yang akan mendekatkan kita dengan Allah. "Daging-danging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan daripada kamulah yang dapat mencapainya." (Al-Hajj : 37)
Hikmah lain dari kurban ini dapat kita lihat dari sisi vertikal dan horizontal. Jika dilihat dari sisi vertikalnya, berarti menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah (hablumminallah) atas semua nikmat yang telah diberikan kepada kita. Ditinjau dari segi horizontal, maka kita akan melihat sisi hablumminannas, memelihara rasa solidaritas dan sosial dengan orang-orang disekitar kita dengan pembagian daging kurban. Itulah hikmah daripada ibadah kurban. Wallaahu 'alam bisshowab

Jumat, 28 Oktober 2011

Contoh Muqaddimah Pidato

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنَ، وَعَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ (أما بعد)

atau 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِالله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لاَ نَبِيَّ وَلاَ رَسُوْلَ بَعْدَهُ. (أما بعد)

Atau silahkan lihat di email kelas masing-masing.

Rabu, 05 Oktober 2011

NILAI MIDTEST 2011

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Sebelumnya bpk haturkan ucapan selamat dan barakah kepada seluruh siswa/i kelas XA s/d XI dan X Inter yang telah melampaui ujian midtest Agama Islam pada lusa lalu dengan hasil yang memuaskan.

Nilai bisa kalian lihat di mading kelas atau email kelas masing2. terimakasih

Selamat berjuang dan tetap semangat untuk pelajaran yang lain. semoga Allah meridhoi dan memudahkan setiap ikhtiar kalian.

Jumat, 09 September 2011

Mind Map Bab 1

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Siswa siswi kelas X (sepuluh) angkatan 2014 yang dirahmati Allah swt, berikut ini Mind Map Bab 1 mengenai ayat-ayat al-Qur'an tentang manusia. silahkan click here.

Selamat belajar, semoga Allah swt memudahkan segala urusan kita semua. Amien Ya Mujibassailiin.

Selasa, 23 Agustus 2011

AMALIAH PENYEMPURNA PUASA Oleh: Farah Dina

Bulan Ramadhan yang senantiasa dinantikan oleh umat Islam kini telah tiba, bulan dimana Allah SWT akan melipat gandakan semua pahala ibadah dan kebaikan, karenanya amatlah merugi bagi mereka yang telah mensia-siakan kesempatan beribadah didalamnya. Rasulullah SAW adalah manusia terbaik yang senatiasa menyegerakan amal kebaikan, bahkan amal kebaikannya di bulan Ramadhan melebihi cepatnya hembusan angin. Oleh sebab itu sudah sepantasnya kita meneladani amaliah beliau dalam kehidupan sehari-hari terutama pada bulan ramadhan ini.    Amaliah Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan lebih focus pada proses tadzkiyatun nafs (pembersihan jiwa) atau rihlah ruhaniyah (wisata rohani) yaitu dengan cara dan upaya sekuat tenaga melepas semua belenggu materialisme dunia. Sehingga amaliah tersebut dapat memudahkan seseorang meraih predikat “TAQWA” diSisi-Nya dan senantiasa memberi dampak positif selama dan sesudah Ramadhan. Amaliah tersebut antara lain:

A.     Berpuasa (Shiyam)
Amal yang utama di bulan Ramadhan tentu saja berpuasa, sebagaimana Firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 s/d 187. Oleh sebab itu, agar puasa kita mencapai hasil yang sempurna maka perdalamlah wawasan serta pengetahuan tentang batasan atau rambu2 puasa dengan benar dan menyeluruh.
Perihal utama yang harus kita ketahui adalah perihal apa saja yang dapat menyebabkan puasa bisa diterima atau ditolak oleh Allah SWT. Karena inti puasa bukanlah sekedar menahan lapar dan dahaga saja, namun lebih pada menahan diri dari hal-hal yang tidak benar atau sia-sia. Adapun contoh hal yang tidak benar adalah berkata dusta. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ.
Artinya: Barang siapa yang selama berpuasa tidak meninggalkan kata-kata bohong bahkan mempraktikannya, maka tidak ada nilainya bagi Allah seperti apa yang ia sangkakan sebagai puasa, melainkan sekedar meninggalkan makan dan minum. (HR. Bukhari/ 2: No. Hadits 1804).
Terlebih, bagi orang yang meninggalkan puasa sehari saja tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at maka itu merupakan dosa besar, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَان مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ وَلاَ مَرَضٍ لَمْ يَقْضِهِ صِيَامَ الدَّهْرِ وَإِنْ صَامَهُ.
Artinya: Barang siapa berbuka puasa pada bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa alasan atau sakit, hal itu (merupakan dosa besar) yang tidak bisa ditebus walau seandainya ia berpuasa seumur hidup. (HR. Bukhari/ 2: No. Hadits 1833).
B.     Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an
Ramadhan adalah bulan dimana diturunkannya Al-Qur’an, oleh sebab itu Malaikat Jibril senantiasa bertadarus dengan Rasulullah SAW setiap hari sepanjang Ramadhan. Para Salafus Shalih (Sahabat, Tabi’in, Tabi’ Tabi’in) juga mendahulukan bacaan Al-Qur’an daripada ibadah lainnya. Sebagian mereka ada yang mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu 8 hari seperti yang dilakukan Ubay bin Ka’ab, ada yang 7 hari seperti yang dilakukan Tamim Ad-Dâry, dan ada yang 3 hari seperti yang dilakukan Ibnu Mas’ud. Semua itu dibenarkan oleh Rasulullah, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud/1: No. Hadits 1390. Sementara Nabi tidak menyukai mereka yang mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari 3 hari karena ditakutkan mereka tidak bisa memahami dan mentadabburi isi kandungannya.
Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang luar biasa ganjarannya, orang yang membaca Al-Qur’an tidak akan merugi di dunia dan di akhirat, bahkan Allah SWT senantiasa mencurahkan karunia kepadanya. Sebagaimana Firman-Nya dalam surat Fathir ayat 29 s/d 30 yang berbunyi:

¨bÎ) tûïÏ%©!$# šcqè=÷Gtƒ |=»tGÏ. «!$# (#qãB$s%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qà)xÿRr&ur $£JÏB öNßg»uZø%yu #uŽÅ  ZpuŠÏRŸxtãur šcqã_ötƒ Zot»pgÏB `©9 uqç7s? ÇËÒÈ   óOßguŠÏjùuqãÏ9 öNèduqã_é& NèdyƒÌtƒur `ÏiB ÿ¾Ï&Î#ôÒsù 4 ¼çm¯RÎ) Öqàÿxî Öqà6x© ÇÌÉÈ  
Artinya: “ Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al-Qur’an) dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”

C.     Menghidupkan Malam Dengan Shalat Tarawih
Puasa tidak boleh dijadikan alasan terganggu atau terhentinya aktivitas sehari-hari lainnya, belajar dan bekerja tetap dilaksanakan. Terkadang rasa lelah datang pada malam hari sehingga kita urung melaksanakan shalat tarawih. Hal ini tidak boleh terjadi sebab Rasulullah SAW sangat menganjurkan shalat tarawih sebagaimana sabdanya:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
Artinya: Barang siapa yang menghidupkan malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ridha dari Allah SWT akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
            Imam Ahmad berkomentar bahwa dosa yang diampuni itu adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa besar. Jadi shalat tarawih tidak bisa menghapus dosa-dosa orang yang berzina, koruptor, pembunuh apalagi yang melakukan syirik.

D.    Memberi Makan Yang Puasa, Berinfaq dan Membayar Zakat.
Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرُ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا.
Artinya: Barang siapa yang memberi makan berbuka puasa pada orang yang puasa maka ia mendapatkan pahala senilai pahala yang puasa itu tanpa mengurangi sedikitpun dari pahalanya. (HR. At-Tirmidzi/3: No. Hadits 807).
            Memberi makan dan berinfaq di bulan Ramadhan tidak terbatas hanya untuk orang yang berbuka puasa saja, melainkan untuk segala bentuk kebajikan. Amaliah tersebut bisa disalurkan kepada: Orang yang berjihad di jalan Allah SWT, fakir miskin dan orang yang memerlukan (terutama kerabat dekat) dan masjid-masjid atau lembaga sosial Islam yang dapat dipercaya dalam mengelola dan meyalurkannya. Oleh sebab itu, orang yang berpuasa dengan mengamalkan amaliah tersebut selain sebagai upaya meningkatkan keshalehan pribadi namun juga sebagai upaya meningkatkan keshalehan sosial. Rasulullah SAW bersabda:

زَكَاةُ الْفِطْرِ طُهْرَةٌ لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةٌ لِلْمَسَاكِينِ
Artinya: Zakat Fitr sebagai pembersih jiwa orang yang berpuasa dari perbuatan keji dan sia-sia serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin. (HR. Abu Daud/2: No. Hadits 1611).
            Sekarang anda sudah mengetahui apa saja amaliah penyempurna puasa yang senantiasa Rasulullah lakukan. Memang tidak semudah yang tergambarkan dan terdengar, namun jangan pernah ragu untuk mencoba ! Salam Ramadhan.

* Penulis adalah siswi kelas XI IPA F
Berdomisili di Condet, Jakarta Timur

Minggu, 21 Agustus 2011

2 SISWI MENAHAN LAPAR DAN DAHAGA DI NEGERI PAMAN SAM


Alkisah, sejarah Islam mencatat bahwa pada hari Jum’at tanggal 17 Ramadhan tahun kedua Hijriah, umat Islam yang saat itu sedang menjalankan ibadah puasa mengalami peristiwa maha dahsyat yang dikenal dengan Perang Badar. Perang tersebut merupakan peperangan terbesar sepanjang sejarah Islam karena umat Islam selain harus berperang secara fisik mereka juga berperang untuk menahan hawa nafsu (Puasa). Nabi Muhammad SAW, Abdullah bin Rawahah dan beberapa sahabat ketika itu tetap meneruskan berpuasa meskipun sedang menghadapi berbagai peperangan, Sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud (2: 2411). Puasa yang Nabi jalankan ketika itu bisa dikatagorikan sebagai puasanya orang yang musafir semata berjuang dijalan-Nya. Dimana  Allah SWT memberikan rukhsoh atau keringanan bagi mereka untuk berbuka sebagaimana dalam firman-Nya pada surat Al-Baqarah ayat 184, namun Nabi tetap meneruskan berpuasa lantaran diakhir surat tersebut dikatakan: “…..Puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. Disisi lain ketika Nabi bermusafir dan sampai di daerah ‘Ushfan, beliau meminta air kepada salah seorang sahabat kemudian meneguknya didepan gerumunan para sahabat seraya berkata: barang siapa menghendaki sesuatu maka berpuasalah dan barang siapa menghendaki sesuatu maka berbukalah. Dapat disimpulkan bahwa orang yang sedang musafir (karena untuk ibadah bukan maksiat) atau berjuang dijalan Allah diperbolehkan berbuka puasa dan menggantinya dikemudian hari, namun barang siapa yang kuasa hendaklah meneruskan puasa, karena yang demikian itu lebih baik baginya.
Peristiwa diatas mungkin bisa terjadi pada konteks kekinian walau berbeda formulanya. Adalah 2 siswi SMA Negeri 8 bernama Chairunnisa dan Nurina yang tahun lalu menjadi peserta pertukaran pelajar beasiswa AFS, pada akhirnya mereka harus berjuang dengan sekuat tenaga dan penuh kesabaran agar bisa menahan dahsyatnya rasa lapar dan dahaga di negeri minoritas muslim Paman Sam Amerika Serikat. Berikut ini pengalaman dan solusi mereka dalam menjalankan ibadah puasa di Negeri Paman Sam.

Bagaimana pengalaman kalian ketika menjalankan ibadah puasa disana?
Nisa: Dalam perjalanan kurang lebih 20 jam di pesawat, ditambah 8 jam transit, saya memilih untuk tidak berpuasa karena merasa bingung dengan perbedaan waktunya. Tentu, saya mengqadha puasa yang saya tinggalkan di kemudian hari.
Rina: Tahun lalu di Amerika bulan Ramadhan bertepatan dengan musim panas. Dimana lamanya siang bisa mencapai sekitar 17-18 jam. Waktu sahur sekitar jam 4-an pagi, tetapi buka puasanya menjadi jam 8/9-an malam. Awalnya kaget juga sih dan agak khawatir, bisa nggak yach puasa sepanjang itu?
            Dalam Islam, batasan waktu puasa itu bukan menurut patokan jam namun berdasarkan peralihan terbit serta tenggelamnya matahari. Sebagaimana firman Allah swt: “…..Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa sampai datangnya malam. (QS. Al-Baqarah: 187).
           
Lantas, bagaimana solusi kalian menjalankan ibadah disana agar terasa mudah, terutama ibadah puasa ?
Nisa: Langsung bicara apabila ibadah saya terasa terganggu. Karena pada umumnya orang Amerika bebas dan menghargai hak orang lain maka saya lebih berani untuk berbicara kepada mereka bahwa saya terganggu dan mereka segera memahaminya. Selama di kota Arlington, Virgina, saya menjadi vegetarian demi menjaga makanan yang saya konsumsi itu benar-benar halal. Dan saya senantiasa bergabung dengan komunitas muslim lain untuk ibadah bersama. And the last terkadang saya perlu menjama’ shalat apabila aktivitas belajar dan ulangan di sekolah berbarengan dengan waktu shalat.
Rina: Saya lebih suka di sekolah kalau sedang berpuasa. Di sana kelas-kelasnya nggak terlalu berat dan banyak kegiatan sehingga nggak inget sama laper. Temen-temen sekolah waktu mereka tau saya puasa, mereka menghormati saya, begitupula dengan Guru-guru. Bahkan ada yang meminta saya share tentang puasa Ramadhan di depan kelas. Banyak hal-hal yang membuat saya semangat berpuasa di kota Corolado, karena lingkungan keluarga, sekolah, dan aktivitas lainnya yang begitu kondusif dan mendukung.
            Islam adalah agama yang Rahmatan Lil ‘Alamin. Sungguh Allah SWT tidak akan membebani seorang hamba kecuali apa yang disanggupinya. Karena Allah mengkehendaki kemudahan bagimu, dan tidak mengkehendaki kesukaran bagimu. Oleh karena itu janganlah kemudahan yang Allah SWT berikan, dijadikan alat mempermudah segalanya untuk kepentingan dan nafsu pribadi. Namun jadikanlah KESABARAN DAN KETAQWAAN kunci utama keberhasilan dalam menjalankan ibadah yang Allah SWT perintahkan, termasuk ibadah puasa kita pada tahun ini.


* Khairunnisa: Siswi Kelas XII IPA H
Berdomisili di Pondok Bambu, Jakarta Timur

** Nurina: Siswi Kelas XII IPA F
Berdomisili di Bekasi

Rabu, 13 Juli 2011

Bursa Buku Murah dan Terbesar Di Indonesia




Kualitas Gramedia, Harga Kaki Lima, Diskon Sampai 30 '/.  buku2 Baru, Bekas Jadul ada semua, seperti halnya yang ada di KWITANG SENEN tempo dulu. Silahkan searching buku2 yang hendak anda cari di http://www.palasarionline.com

PROFIL BANDUNG BOOK STORE:
Siapa yang tidak mengenal Palasari ?? Sebagai bursa buku terbesar dan termurah di Indonesia, kompleks bursa buku palasari berada di daerah kota bandung yang terdiri toko-toko yang menawarkan berbagai macam buku dari buku sekolah sampai buku untuk perguruan tinggi. 

Untuk mengantisipasi perkembangan teknologi dan informasi maka didirikanlah palasarionline dengan tujuan turut serta menyebarkan produk pendidikan dan informasi, demi tercapainya cita-cita bersama mencerdaskan kehidupan bangsa, menuju masyarakat baru Indonesia yang berkehidupan Pancasila.
Dalam pemasarannya palasari online bekerja sama dengan bursa buku palasari, ratusan penerbit dan pemasok dalam dan luar negeri, termasuk didalamnya beberapa penerbit seperti : Gramedia Pustaka Utama, Elex Media Komputindo, Erlangga, Rajawali, Binarupa Aksara, Andi Jogja dan lain - lain.

Alamat Toko Buku 
TOKO BUKU PALASARIONLINE 

JL. Palasari, Kompleks bursa buku palasari 
No. 71-73 bandung. 
Telp / Fax. (022)7309560
Email : info@palasarionline.com